Kabupaten Banjar Borong Penghargaan Lingkungan

278

JAKARTA – Warga Kabupaten Banjar, khususnya Kota Martapura layak berbangga, apalagi jajaran Pemkab Banjar di bawah kepemimpinan Bupati Khalilurrahman dan Wabup Saidi Mansyur. Sebab untuk keenamkalinya secara berturut-turut, Kota Martapura meraih Adipura dari Kementerian Lingkungan Hidup. Penghargaan itu diterima Bupati Banjar KH Khalilurrahman dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar di Auditorium Manggala Wanabakti Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Rabu (2/8) malam.

Anugerah luar biasa dari pemerintah pusat ini berkat kerjasama seluruh komponen masyarakat, sektor swasta dan Pemerintah Kabupaten Banjar yang bahu-membahu tetap menjaga kebersihan lingkungan. Dari informasi yang diterima dari Kadiskominfo, Statistik dan Persandian Banjar, Dr.Ir.H.M.Farid Soufian,MS , Anugerah Adipura untuk Kota Martapura menjadikan kota ini sudah enem kali berturut-turut meraih penghargaan dari pusat.

“Kita berhasil mempertahankan Adipura untuk keenamkalinya, dengan disertai keberhasilan lain yaitu Plakat Adipura TPA terbaik ketigakalinya. Selain itu, Adiwiyata Mandiri untuk tiga sekolah yang menjadikan Kabupaten Banjar menjadi peraih Adiwiyata terbanyak di Kalimantan Selatan. Sehingga pada tahun ini sudah sembilan sekolah di Kabupaten Banjar yang mendapat predikat Adiwiyata Mandiri, dan satu sekola Adiwiyata Asean,”jelas Farid. Ketiga sekolah pemenang penghargaan Adiwiyata Mandiri itu adalah SD Negeri Jawa 5, SMP Negeri 2 Martapura, dan SMK Negeri 1 Gambut.

Sementara Boyke Trisetyanto selaku Kepala Dinas LH Kabuapten Banjar, mewakili Pemkab Banjar, mengucapkan selamat kepada ketiga sekolah tersebut. “Mudah-mudahan kualitas lingkungan di masing-masing sekolah dapat dipertahankan, sehingga nilai-nilai dan perilaku kepedulian terhadap lingkungan dapat diwariskan dan dijadikan kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari oleh para peserta didik, maupun staf pengajar dan pendidik di masing-masing sekolah. Mudah-mudahan prestasi ini juga diikuti sekolah lainnya di Kabupaten Banjar,” harap Boyke.

Pada masa yang akan datang pembinaan sekolah-sekolah Adiwiyata ini akan dilaksanakan secara bersama-sama dan terpadu oleh Dinas Pendidikan dan Dinas LH, melalui Pepadah (Pembinaan Terpadu Sekolah-sekolah Adiwiyata). Melalui program ini, nilai-nilai fisik Adiwiyata akan ditingkatkan, oleh karena itu penyaringan sekolah-sekolah Adiwiyata pun akan diperketat.

Adanya dukungan dari sektor swasta terhadap usaha-usaha pelestarian lingkungan, pengendalian pencemaran, serta penegakan hukum dalam bidang LH menjadi penyemangat tersendiri bagi penggiat-penggiat LH. Adapula program Gambut Hanyar Babungas yang diharap menjadi model pengembangan kemitraan pembangunan berkelanjutan, di mana pemerintah, swasta, dan masyarakat membentuk sinergitas dalam berbagai kegiatan.

Keberagaman prestasi yang diperoleh tahun ini menjadi suatu bukti bahwa pengelolaan lingkungan di Kabupaten Banjar diselenggarakan secara merata di berbagai bidang kegiatan. “Peran serta semua pihak diharapkan dapat lebih ditingkatkan sehingga Adipura Kencana dapat kita rebut kembali,” bebernya.

Berbagai program dan terobosan di bidang LH akan terus digalakkan mulai dari pelayanan publik Pinandu LH, Pelayanan Terpadu LH, peningkatan kualitas udara, air dan tutupan lahan, hingga penegakan hukum Gemas Darling (Gerakan Masyarakat Peduli dan Sadar Lingkungan).

“Berbagai upaya ini kita lakukan bukan semata-mata untuk mendapatkan Adipura saja tapi lebih pada kecintaan kita dalam pelestarian lingkungan di Kota Martapura, khususnya, dan di Kabupaten Banjar pada umumnya. Sekali lagi perkenankan kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung diraihnya berbagai prestasi ini. Semoga semua yang telah kita kerjakan menjadi bagian dari amal shalih, yang seharusnya kita kerjakan selama kita hidup di dunia,” ujar Boyke

You might also like More from author